Wisata Bahasa: Manajemen Qalbu

Tulisan Wisata Bahasa dimuat di Harian Pikiran Rakyat edisi Minggu, 27 Agustus 2017 MANAJEMEN QALBU Sarip Hidayat*  Selepas membaca tulisan Fariz Alniezar dalam rubric Wisata Bahasa pada surat kabar Pikiran Rakyat edisi Minggu, 8/13/2017, saya tergelitik untuk memberi tanggapan atau semacam mendudukkan persoalan pada tempat semestinya. Pertama, persoalan transliterasi dari bahasa Arab ke dalam bahasa […]

Read More »

Antologi Kedua: Mengenang Kelahiran

Puisi-puisi MSH adalah puisi liris yang pekat berbicara tentang ruang-waktu. Pembaca seperti saya dengan mudah memunguti remah-remah filsafat eksistensialisme. Hal-hal mendasar hidup manusia ditanyakan, diraba, dijawab, dan juga ditafsirkan dengan kaca mata kedirian manusia. Seseorang hidup itu dari mana asalnya, mau ke mana, sudah sampai mana, apa bekalnya, dan beberapa “keribetan hidup” sejenisnya kerap disinggung […]

Read More »

Homospesifitas Peristiwa Puisi Moh. Syarif Hidayat

Georg Roed seorang remaja menerima surat dari ayahnnya yang sudah meninggal. Surat tersebut ditemukan oleh neneknya dalam kereta bayi dipakai oleh Georg dulu. Dalam surat itu, ayah Georg menceritakan tentang pertemuannya dengan gadis jeruk. Jan Olav (ayah Georg) seorang dokter. Ia tahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Jan Olav menulis surat panjang tentang masa […]

Read More »

Menulis Adalah Salah Satu Cara untuk Dikenang

Bincang Proses Kreatif Buku di SMAN 1 Garut “Kami mengharapkan siswa dapat mengikuti acara ini dengan penuh kesadaran dan keinginan kuat akan ilmu pengetahuan,” demikian sambutan Entis Sutisna, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Komunikasi dan Kerjasama Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Garut, menanggapi antusiame ratusan siswanya yang memadati Aula sekolah di Jalan Merdeka No.91, […]

Read More »

Tentang Puisi yang Tumbuh dari Impresi-Impresi Kenangan dan Cinta: Membaca Puisi Moh. Syarif Hidayat*)

Membaca puisi-puisi Moh. Syarif Hidayat dalam buku puisinya Tentang Bunga yang Tumbuh di Pinggir Kolam, memaksa saya menggali dan mengingat-ingat lagi perjumpaan awal saya dengan puisi-puisi Moh. Syarif Hidayat ini. Sebanyak 70 puisi dan 16 haiku dalam buku ini terentang antara tahun 1996 hingga 2016, artinya sepanjang 20 tahun masa kepenyairannya. Puisi pembuka “Hegemoni” (1996) […]

Read More »